Selamat Ulang Tahun, Mama :”

Selamat ulang tahun Mama paling demokratis sedunia yang selalu sepenuhnya percaya aku, sepenuhnya mengerti aku, sepenuhnya bijak mendidik aku, yang sepenuhnya berhasil mendidik aku.

Selamat ulang tahun Mama paling unik sedunia. Yang mendidik sepenuhnya dengan demokratis dan menjunjung tinggi kebebasan berkreasi kepada anak-anaknya, dan yang lebih hebatnya dengan kepercayaan penuhnya tidak sama sekali membuat anak-anaknya sekali pun menyalahgunakan kepercayaannya. Sekali pun.

Selamat ulang tahun Mama paling tegas sedunia dengan cara-caranya. Yang selalu mengajarkan anak-anaknya untuk berusaha sekuat tenaga untuk meraih impian, dan memberikan hadiah yang tak ternilai ketika kami selangkah lebih maju untuk meraih impian-impian kami.

Terima kasih karena telah mendidik kami tanpa pamrih, karena telah menjadikan kami anak-anak yang tegar berdiri menjalankan beratnya jalan hidup untuk menuju satu titik sukses.

Terima kasih karena Mama tidak pernah menampakkan setitik perih dan lemah selama mendidik kami. Terima kasih karena telah dengan tegas mengajarkan kami untuk senantiasa dekat dengan Tuhan.

Walaupun dua tahun terakhir ini tidak ada kontak langsung untuk mengucapkan kalimat sederhana yang penuh makna ini. Tapi cukuplah aku tenang dengan mendengar suara-mu yang terharu ketika aku mengucapkan kalimat-kalimat sederhana itu, yang sebenarnya ingin sekali aku utarakan dengan cara yang sangat tidak biasa.

Semoga Mama sehat selalu, panjang umur, diberikan nikmat yang berkelanjutan oleh Tuhan dihari tua Mama. Semoga aku diberi kesempatan untuk memberikan kebanggaan terbesar untuk Mama kelak. Semoga Tuhan selalu memeluk erat Mama dimana pun Mama berada :”“”

When this world seems too huge to spend all alone

Lagi-lagi malam mengembalikan semua memori yang sudah terlupakan dan terekam kembali lagi dengan jelasnya… tawa… lalu seketika merinding… time flies… berjuta cerita terjadi dan lenyap. Dan sekarang kembali ingatan itu terekam dengan amat sangat jelasnya :”

Ketika R sekarang menggilai bisnis yang dibangun dengan keluarga. Ketika silaturrahmi masih tetap terjaga sampai saat ini. Senang rasanya saat kita sekarang bisa sama-sama berlari kencang untuk mengejar cita-cita. Ketika bunda dan ayah-nya mengajak untuk sekedar berkumpul satu hari saja. Ketika semua orang disekeliling kita juga merindukan masa lalu. Merindukan bukan berarti untuk kembali, hanya sekedar mengenang kebahagiaan yang dulu sempat terjalin.

Ketika J akhirnya sudah wisuda dan sekarang benar-benar giat berlari dengan kekasihnya untuk masa depan. Ketika sosoknya saat ini sudah mutlak berubah menjadi seorang abang bagi saya. Ketika dia sudah jauh lebih dewasa saat ini, jauh lebih bijaksana. Finally, saya melihatnya memakai toga yang dulu sempat dia bermalas-malasan untuk menggapainya. Finally semua keinginannya saat ini tercapai, jadi seorang Pria yang mapan. Congrats :”

Ketika G saat ini juga benar-benar menggilai pekerjaannya sampai harus mengambil cuti perkuliahan beberapa saat. Ketika G sampai saat ini benar-benar stay selalu saat saya membutuhkan, bahkan sekedar untuk menjawab segala pertanyaan yang saya tidak tahu jawabannya. Yang selalu jadi tiket emas yang bersedia mengantarkan saya pergi. Yang tidak pernah berubah sebagai pendengar yang amat sangat baik.

Ketika O saat ini akhirnya sudah bisa move on dengan cara meng-unfollow twitter saya. Hehehe :” Percayaaa, saya lakukan semua ini hanya karena agar kamu bisa mandiri tanpa harus terus bersandar selalu dengan saya. Bahkan semangat saja hanya kamu bisa dapatkan dari saya. Walaupun cara didik ini kejam, tapi percaya lah ini yang paling baik untuk kamu dapat mengejar apapun dan membuktikan bahwa kamu bisa. Walaupun mungkin benci luar biasa yang saya peroleh, tapi ini semuanya untuk kamu hehe.

Ketika R belum juga sadar bahwa menggantikan bukanlah berarti dengan cara mencari sosok yang baru. Sosok tiap orang tidak akan pernah terganti sekali pun ketika kamu menemui seseorang yang mungkin sangat kamu cintai. Saat kamu masih belum bisa belajar untuk berdiri dengan benar, kamu hanya butuh niatan yang ikhlas untuk bisa berdiri, bukan mengharapkan seseorang untuk membantumu berdiri. Karena kamu berdiri bukan diatas kaki orang lain, tapi diatas kakimu sendiri.

Sometimes I miss the memories, not the person hehehe :”

"Memberi inspirasi itu rawan dibilang pamer. Tapi jangan takut pada orang-orang sirik. Semakin kita menginspirasi, semakin kita terinspirasi."

"Salah satu hal yang paling mengagumkan di hidupku adalah ketika kau begitu tahu apa yang aku rasa tanpa aku harus bicara."

"Terkadang maaf tidak berarti membuka hati."

"Berhenti berpikir pakai kepala. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati."
– suddenly remembering

From zero to hero

Punya orang tua dari akademisi itu selalu jadi angan-angan gue. Makanya kenapa gue punya cita-cita setinggi mungkin supaya nanti anak gue bangga punya Mama dari kalangan akademisi.
Tapi gue lebih bangga punya orangtua kaya Mama dan Papa, yang notabendnya bukanlah dari kalangan akademisi. Mereka memang ga sepinter anak-anaknya tapi mereka jauh lebih hebat karena bisa buat anaknya jadi seperti sekarang walaupun mereka bukanlah sang akademisi.
Kemarin malam, seperti biasa Mama selalu setia menunggu anaknya pulang dari Bogor. Ga sadar ternyata semalam kita menghabiskan waktu hampir 4 jam, dari curhat masalah kampus, organisasi, demo BBM, masalah kejombloan gue -.- dan berakhir sedikit mengharu biru hehe.
Mama cerita bagaimana dulu dia survive dari keluarga yang serba terbatas, tapi dengan segala keterbatasannya dia punya impian yang sungguh ga berbatas. Cerita awal bertemu Papa, cerita tentang masa-masa sulit yang pernah dilalui, bahkan cerita masa kecil anak-anak Mama dulu, juga ga lupa cerita Almarhuma kakak tersayang. Sedikit berkaca-kaca mata gue mendengarkan semua cerita Mama…
Kata Mama “Dengan keterbatasan Mama dulu tapi dengan kemauan dan usaha yang tak terbatas toh Mama bisa seperti saat ini. Jadi peluang besar untuk kamu bisa lebih sukses dari Mama Papa saat ini”… Lanjutnya “Tapi nanti ketika kamu berhasil jadi ‘orang’ kelak, jangan sombong, selalu ingat bersedekah, selalu lihat kebawah, dan selalu dekat dengan Allah”. Mungkin itu kata-kata biasa yang sering diucapkan Ibu kepada anak, tapi malam itu sungguh kata-kata itu benar-benar membuat hati ini lirih tak tertahan.
…Aku selalu berdoa padamu tentang doa ini disetiap nafasku ya Rabb. Tiada lelah-lelahnya aku terus meminta doa ini… “Berikanlah nikmat kesehatan kepada kedua orangtuaku selalu, agar kelak aku bisa memberikan apapun yang mereka mau… Apapun yang bisa membuat mereka bahagia dihari tuanya” :”

Bimbingan kedua

Akhirnya hari kamis datang lagi. Tepat dua minggu atau bimbingan pertama akhirnya datang juga. Homework yang diberikan beliau berupa review 15 jurnal akhirnya terselesaikan juga. Dengan jadwal yang super padat selama dua minggu kemarin akhirnya tugas itu terselesaikan. Dan lagi-lagi tiap bimbingan dengannya membuat saya selalu gelisah.
Setelah perkuliahan usai, saya dan bimbingannya yang lain menghampirinya. Setelah dibolak-balik kertas tugas saya, tampak dia senang dan meyakinkan saya untuk memilih dua judul jurnal yang mungkin bisa saya pilih sebagai judul skripsi saya. Bimbingan yang singkat dan diselangi dengan celotehan-celotehan tawa dengan refleksnya beliau sedikit mengacak-acak rambut saya dengan lembutnya. Jelas sekali saya bisa merasakan sifat kebapakan yang luar biasa. Dia menawarkan saya untuk mengikuti lomba karya tulis yang diadakan BI bulan september nanti karena tema perlombaan kegiatan annual tersebut cocok dengan topik skripsi yang saya pilih. Ahh dia selalu bisa membuat saya lebih mengaguminya dari hari ke hari :”D