21 April 2013

@denisaah

image

image

disela-sela kesibukan berjuang untuk segera beresin skripsi, tiba-tiba muncul foto ini di Facebook, ga tau kenapa tiba-tiba air mata netes gitu aja. Bangga campur haru, campur sadar akan kenyataan kalo waktu bener-bener begitu aja berjalan dan bikin kita sadar juga betapa banyak langkah-langkah kita dibelakang sana yang mengantarkan kita kepada masa yang sekarang.

Foto ini foto hari wisuda salah satu sahabat terbaik gue, tapi sialnya disaat yang bersamaan ada kelas responsi ekonometrika yang hampir mustahil untuk gue tinggal. Pas malem tiba, entah rasa sesal dateng begitu aja karena ga ikut merayakan selebrasi salah satu hal yang paling bersejarah dalam hidup sahabat gue, dalam hidup gue juga sebenernya. Kita beranjak dewasa bareng, duduk dibangku yang sama selama dua tahun berturut-turut di sekolah dasar, berkesempatan untuk mengenyam pendidikan selama 6 tahun di sekolah menengah yang sama juga. Dan sampai tiba akhirnya, kita harus berjalan dengan jalan hidup yang 180 derajat berbeda demi untuk menjemput impian dimasa depan.

Selamat jadi sarjana ya den, akhirnya anak bungsu cewek satu-satunya sekarang bener-bener sudah jadi wanita dewasa. Satu kebanggaan yang juga tiba-tiba buat gue merinding bangga denger lo jadi lulusan terbaik IT dikampus lo. Rasanya semuanya terlalu singkat, kadang gue rindu masa-masa kita dulu ketemu hampir di tiap hari. Doain selalu gue disini bisa secepatnya menggapai semua cita yah. Semoga dari sini kita masih berkesempatan buat lewatin hari-hari sesering dulu. Amein :)

Adit

Halo dit, apa kabar disana?

Andai gue tau hari itu jadi hari terakhir gue liat lo, pengen rasanya gue ngobrol panjang lebar tentang banyak hal sama lo.

pengen rasanya gue bilang “terima kasih dan salut luar biasa karena sudah jadi pundak dari jutaan beban”

pengen rasanya gue peluk lo, bilang “gue bangga luar biasa punya adik kaya lo”

semoga ribuan orang yang sayang sama lo disini selalu inget lo, dan bahkan bukan cuma inget… semoga mereka selalu melayangkan jutaan doa tulus untuk lo disana.

dit, sampe sekarang pun gue ga percaya…

"Jangan terlalu cepat mengartikannya cinta, mungkin itu hanya sekedar nyaman jika bersama."
– mu

Hadiah di Usia 21

Sudah dua kalinya tumblr ini berkesempatan untuk menjadi kertas yang gue tulis tentang hari ulangtahun gue. Tahun ini entah hati ini terlalu damai untuk menyambut detik-detik pergantian usia, kalau tahun lalu ulangtahun gue penuh akan perayaan didetik-detik pergantian dengan teman-teman dekat dan keluarga ilmu ekonomi tahun ini gue melepas detik-detik itu sendiri dengan penuh perenungan yang dalam.

Detik itu perenungan gue ditemani oleh doa tulus dari sahabat terbaik gue yang baru pertama kali mengucapkan ulangtahun tepat didetik-detik pergantian. Detik itu juga datang manusia yang baru masuk dikehidupan gue, entah gue sebut apa dia yang baru datang dihidup gue dan mengucapkan doa tulus yang sederhana didetik tepat pukul 00.00 juga.

image

image

April, 2 2013

Kontradiktif antara wanita dengan prestasinya. Sejenak terpikir entah ini salah atau tidak… wanita dengan prestasi menjadikannya seperti boneka yang didadani cantik dan diberi pakaian anggun, dimasukkan pada tempat yang indah, dipajang pada posisi atas supaya mudah terlihat tapi membuat orang enggan dan berpikir panjang untuk memilikinya.

Piggy

Bahagia itu adalah saat ini gue dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang selalu mewarnai hari-hari gue, bahu tersigap saat gue butuh, kekonyolan tawa saat gue sedih dan tiket kemana pun yang bersedia selalu mengantarkan kemana pun gue pergi saat gue lelah dengan berbagai dunia kampus yang menyita hampir sebagian waktu gue.

Gue baru sadar, sahabat gue yang satu itu benar ga pernah absen saat gue butuh dia entah apakah gue juga ga pernah absen saat dia sekedar butuh gue untuk nemenin dia.

Sebut saja namanya Piggy haha, males juga sebenernya nulis ini pasti dia bakal pamer gitu karena dapet special spot dalam notes di diary elektronik ini. Tapi ga apa lah, mumpung udah lumayan lama gue berteman sama dia, mungkin ini kalanya gue so sweet gini buat dia hehehe.

Gue baru sadar, hampir ditiap waktu kosong gue pasti selalu cari dia. Entah dia pun begitu apa engga.

Gue baru sadar, dia salah satu sahabat gue yang tulus banget. Yaaa, dia memang tulus, what you give is what you get returned back ya… semoga ketulusan lo membawa lo pada banyak ketulusan orang lain yang ditujukan buat lo :)

Semoga someday, kita bisa lulus bareng… gue bisa jadi seksi ribet saat lo nikah nanti… hmm semoga someday kita masih bisa lunch bareng saat jeda kantor even kita beda kantor, dan somehow kita bisa temenan sampai nanti tua, hangout bareng anak-anak kita, ngedidik anak-anak dengan angan-angan yang udah kita list :D friendship are born yaaa, not made {}

Me time

Menurut saya ini adalah waktu yang langka, dimana saya menyediakan satu hari yang saya miliki untuk diri saya sendiri di kota hujan ini. Entah dari beberapa waktu yang lalu saya merindukan waktu ini, tapi selalu kesibukan dan kewajiban lainnya membuat saja harus menundanya beberapa saat.

Saya suka menuliskan isi perasaan saya dengan bentuk tulisan, lisan, gerak-gerik yang memang sengaja saya buat agar ambigu untuk orang lain, bukan karena apa, bukan karena tidak terbuka, tapi saya ingin memastikan saya bisa dewasa dengan apa yang saya rasakan terlebih dahulu. Kadang ruang-ruang dihati ini memberontak untuk meledak lewat kata-kata, lewat tawa, tangis, haru, atau sekedar pelukan.

Entah kebiasaan ini beristilah apa, tapi hari ini saya sadar betul bahwa jalan ini mengantarkan hati ini menuju kedewasaan. Membuat saya bercermin dan sadar betapa banyak sifat saya yang menjengkelkan hehe, betapa kemampuan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir sekaligus mahasiswa akselerasi tidaklah sehebat namanya, betapa saya ini tidak ada apa-apanya dibanding banyak manusia diluar sana.

Tapi dengan ini saya menjadi gemar untuk memperhatikan banyak sifat orang disekeliling saya, bukan hanya untuk mempelajari sifat mereka namun juga untuk belajar dan mengambil sisi baik dari setiap orang yang saya hadapi. Dan memang benar, semakin saya mengamati semakin banyak orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya diri mereka menjengkelkan. Menjengkal itu sangat manusiawi, tapi yang tidak manusiawi menurut saya adalah tidak menyadari bahwa ternyata diri sendiri memanglah kerap kali menjengkelkan.

Tulisan ini bermakna untuk saya dan bagi banyak orang lain diluar disana untuk menggunakan waktu yang diberikan oleh Tuhan untuk terus berupaya mengkritisi sifat masing-masing, untuk bukan hanya memandang hal dari dalam tempurung keegoisan tapi dari sudut pandang lain memisalkan diri kita menjadi orang lain. Karena menurut saya, tidaklah pernah benar kalimat “memanglah begini saya”. Setiap orang bisa berubah, semoga siapa saja yang membaca ini menjadi tervonis merasakan berapa banyak diri ini menyakiti hati dan perasaan orang lain, berapa sering kali diri ini egois dan munafik untuk sekedar mendapat pujian didepan banyak orang. Buat apalah diri kita menjadi orang yang dianggap hebat, pintar, tampan, cantik dan menyenangkan oleh banyak orang yang belum mengenal kita tapi kita sendiri tidak pernah sepenuhnya peka terhadap banyak orang disekitar kita.

Habibie & Ainun

imageimage

Setelah beberapa bulan raga ini disibukkan oleh banyak kesibukan, ada suatu kerinduan untuk menulis sesuatu yang entah itu apa. Memberikan reward kepada diri sendiri akhirnya saya lakukan, sederhana tapi penuh makna. Berkumpul dengan sahabat tersayang dan menghabiskan malam menjelang akhir pekan untuk menonton sebuah salah satu kisah inspiratif terbaik di negeri ini. Bukan hanya tentang cinta, tapi banyak cerita lain yang sungguh sangat menyentuh nurani.

Tentang cerita putra terbaik bangsa, yang bukan hanya genius tapi memberikan cerita mengenai kesederhaan cinta yang sejati.

Bagi para perempuan didunia yang bermimpi untuk memiliki suami yang hebat, ada satu pelajaran yang dipetik dari film ini untuk benar-benar mengetahui apa kita siap untuk menjadi seseorang yang dapat menandingi kehebatan pasangan kita kelak.

Bukanlah hebat untuk menyaingi kecerdasaannya, tapi untuk menopang seseorang yang hebat itu yang sebenarnya hanya manusia biasa, yang mengetahui dengan detail kelemahan manusia yang sangat hebat itu dimata banyak orang, yang akan tetap menjadi penyemangat untuk manusia yang hebat itu untuk tetap bermanfaat dan mengabdikan seluruh pemikirannya untuk banyak orang diluar sana dan yang dapat menjadikan dirinya bukan lah apa-apa tanpa adanya kita disampingnya.

Wanita hebat selalu ada dibalik suksesnya pria yang hebat.

Bukan tentang hebat atau tidaknya pasangan kita kelak, namun apakah kita telah memantaskan kekuatan hati kita untuk memohon kepada Tuhan agar kelak dikirimkan seseorang yang hebat dan yang menjadikan diri ini sebagai inspirasi kehebatannya.

Cerita ini menjadikan perempuan memahami kodratnya…

Pemimpin [?]

Apa rasanya menjadi orang yang tidak boleh menuntut hak pribadinya tapi harus memenuhi hak dari banyak orang…

Apa rasanya menjadi orang yang harus menjaga ucap tapi harus menerima kritik dengan lapang dari orang yang belum tentu menjaga ucap :)

Apa rasanya melakukan banyak hal yang haram untuk dibanggakan tapi tak ada sedikitpun yang tahu tentang apa yang telah kita lakukan

Apa rasanya seketika dihadang rasa malas tapi tak ada alasan untuk tidak menyemangati banyak orang

Apa rasanya menjadi pundak siaga untuk menerima keluhan tapi haram untuk berkeluh kesah

Apa rasanya jika banyak kebaikan yang telah banyak dilakukan tiba-tiba lenyap dimata banyak orang jika sedikitpun dengan tak sengaja melakukan kesalahan

Tidak banyak orang yang berfikir untuk mengutamakan hak orang lain sebelum dirinya menuntut hak pribadi

Tidak banyak orang yang berusaha lapang menerima kritik dari orang yang bahkan tak pernah mengkritik dirinya sendiri dengan baik

Tidak banyak orang yang dengan ikhlas melakukan sesuatu tanpa mendapatkan suatu sanjungan

Untuk tahu apa artinya pemimpin, maka segera memimpinlah :)

Disanalah kalian akan menemukan apa arti yang sebenarnya dari “seorang pemimpin”

"saya rindu menjadi orang yang bebas mengutarakan perasaan, tapi tidak ingin menjadi orang yang dengan seenaknya mengutarakan perasaan tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain."
– mu